Rabu, 12 Oktober 2016

Malas. penulis juga merasakan hal yang sama dan menyebut diri sendiri pemalas. Tapi jangan keburu khawatir, kerena menurut temuan dari sebuah studi yang berbasis di Amerika Serikat, orang dengan IQ tinggi adalah orang yang mudah bosan dengan sesuatu dan membuat mereka menghabiskan lebih banyak waktu untuk berpikir (lifestyle.liputan6.com). Terlepas dari temuan ini sebenarnya hanya diri kamu yang merasakan adakah keuntungan dan kerugian dari malas tersebut ataupun dalam menginterpretasikan penyataan yang telah dipaparkan, apakah benar bahwa orang malas selalu pintar. jangan keburu percaya diri setelah sebelumnya kamu merasa khawatir akan kemalasanmu...

Berdasarkan pengalaman menulis, malas itu membuat kita merasa mood2an (mengikuti sesuai kondisi hati) untuk mulai melakukan kegiatan. Akibat dari rasa malas tersebut kegiatan atau pekerjaan kita tertunda hingga akhirnya baru akan dikerjakan ketika deadline. Tidak masalah deadline apabila pekerjaan kamu sedikit, tapi tidak berlaku pada orang yang panik karena dia akan merasa stress menghadapi tekanan deadline. Bukan berarti stress hanya menghampiri mereka yang panikan tapi hal tersebut juga berlaku untuk yang punya sifat santai (selow), bukan stress yang mereka hadapi melainkan pekerjaan yang dihasilkan belum tentu maksimal (mungkin karena terlalu santai). Intinya menunda perkejaan akan mengakibatkan dua hal yaitu stress dan pekerjaan menjadi tidak maksimal, penulis sendiri seorang yang mudah panik sehingga selain stress, hasil dari pekerjaan yang ingin diselesaikan juga menjadi tidak maksimal. Apabila kita menilik pada nasehat dari orang sekitar mengenai bagaimana menghadapi malas, kemungkinan besar mereka akan menjawab untuk jangan membiasakan malas untuk dimanja dan jangan menunda-nunda kerjaan akibat dari malas tersebut. Nasehat itu benar, tapi acapkali susah untuk dilaksanakan, karena kembali lagi bahwa malas itu hanya kamu yang tahu bagaimana levelnya. Menurut penulis yang juga seorang pemalas berpendapat, malas itu tidak bisa dihindari dan pernahkan terlintas pertanyaan dibenak kalian apa penyebab malas sehingga kita cenderung untuk menunda-nunda kegiatan kita?. Salah satu jawabannya yakni, kita selalu berpikir "aah aku masih punya waktu nanti dulu deh kerjainnya, santai dulu". apakah kamu yakin masih punya waktu, bila kamu memilki waktu seharusnya kamu bisa hentikan waktu untuk dirimu sendiri, tapi itu tidak mungkin... manusia pada dasarnya tidak akan pernah tahu kapan waktunya habis.

Jadi penulis menyimpulkan bahwa rasa malas itu susah untuk dihindari karena adanya berbagai mindset salah satunya karena merasa masih memiliki waktu luang. Berdasarkan pengalaman, apabila penulis merasa malas maka akan penulis lakukan kemalasan itu misalnya dengan bersantai atau sekedar berpikir, tapi jangan terbuai untuk terus malas karena akibat buruknya tidak hanya tertundanya pekerjaan kita melainkan tidak dikerjakan sama sekali, terus menyesal deh.... seimbangkanlah waktumu untuk bermalas-malasan kemudian tentukan waktu untuk segera bergerak. Yang terpenting hilangkan mindset masih punya waktu, kita tak pernah tahu bahwa waktu kita bisa saja habis saat itu juga oleh sang Pencipta. 

Tulisan ini tidak bermaksud untuk mempengrauhi pembaca untuk menjadi ambisius, hanya saja hidup itu harus seimbang. Penulis memberi saran berdasarkan pengalaman sendiri  bahwa sejatinya hidup itu harus seimbang walaupun terkadang sulit untuk dijalankan tapi setidaknya mulailah dari hal yang sederhana dan terpenting mulai yang terkait dengan diri sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar